Apa Itu Probability Manipulation?

Probability manipulation adalah salah satu kemampuan yang paling sulit ditentukan batasnya dalam sebuah debat power-scaling, karena bentuknya jarang sama dua kali. Pada intinya kemampuan ini sederhana: kekuatan untuk mengubah probabilitas, membuat yang tidak mungkin menjadi lebih mungkin terjadi, dan sebaliknya. Yang membuatnya licin adalah banyaknya bentuk yang bisa diambil dari premis tunggal itu, mulai dari sosok yang sekadar beruntung secara mustahil sampai sosok yang bisa menentukan sebuah hasil lalu memaksa realitas menurutinya.
Apa yang Sebenarnya Dilakukan Kemampuan Ini
Cara paling jelas memahami probability manipulation adalah sebagai kendali atas peluang sebuah peristiwa, bukan peristiwanya itu sendiri. Penggunanya tidak serta-merta memukul lebih keras atau bergerak lebih cepat — yang ia ubah adalah seberapa besar kemungkinan pukulan itu mengenai sasaran sama sekali.
Dalam praktiknya, ini muncul dalam beberapa bentuk yang mudah dikenali:
- Keberuntungan pasif. Kemampuan ini terlihat tidak lebih dari nasib baik yang supernatural. Segala hal berpihak pada pengguna tanpa alasan yang terlihat.
- Pertahanan. Serangan yang seharusnya kena malah meleset tanpa penjelasan. Penggunanya tidak menghindar; serangan itu sekadar gagal terjadi sebagaimana "seharusnya."
- Serangan. Kebalikan dari poin di atas — serangan pengguna selalu kena, karena meleset telah dibuat mustahil sampai ke titik ketidakmungkinan.
Karena premisnya begitu terbuka, kemampuan ini sangat serbaguna, dan kekuatan sesungguhnya harus dinilai kasus per kasus, bukan diasumsikan dari labelnya saja. Dua "probability manipulator" bisa terpaut sangat jauh dalam hal apa yang benar-benar bisa mereka paksakan.
Bagaimana Skalanya
Di ujung bawah, probability manipulation cuma menggeser hasil — koin jatuh di sisi yang salah, senjata macet di momen terburuk. Di ujung atas, kemampuan ini berhenti berurusan dengan keberuntungan sama sekali. Didorong cukup jauh, ia bisa membuat hal yang tanpanya benar-benar mustahil menjadi kepastian, dan mengubah kepastian mutlak menjadi kemustahilan. Itu lompatan kualitatif: penggunanya tidak lagi memberati dadu, ia menentukan sisi mana yang ada.
Pada skala yang lebih besar lagi, kemampuan ini menjangkau probabilitas kuantum, dan di titik itu ia mulai tumpang tindih dengan reality warping yang kuat — kalau setiap hasil bisa kamu tetapkan, batas antara "mengendalikan peluang" dan "mengendalikan realitas" pun runtuh. Inilah alasan probability manipulation diperlakukan sebagai hax, bukan sebagai statistik: ia menyerang aturan sebuah pertarungan alih-alih bertukar pukulan di dalamnya.
Asat Pramad — Memilih Hasil Setelah Dadu Berhenti

Asat Pramad, sang Lord of Saṃvartasthāyi, adalah Emanator of Destruction sekaligus Lord Ravager, dan versi kemampuannya dibangun di sekitar satu properti: sebuah dadu yang ia lemparkan ke dalam pertarungan. Probability manipulation miliknya dipaket bersama alternate future display dan precognition sedalam lima lapis, dan cara kerjanya dua tahap. Pertama, ia melihat setiap probabilitas bagaimana lawannya akan menyerang — termasuk petarung sekelas Trailblazer dan Welt Yang. Lalu, pada saat ia melempar dadu, ia secara selektif memilih hasil yang paling menguntungkan dirinya. Ia bukan sekadar meramal masa depan, melainkan membaca seluruh rentang kemungkinan masa depan lalu mempertahankan yang ia sukai.
Ada dua hal yang menumpuk di atas ini dan membuatnya makin sulit dihadapi. Time manipulation miliknya juga sedalam lima lapis, dan ia bisa menghentikan waktu tepat saat ia melempar dadunya — saat yang sama ketika ia memilih hasil — yang pernah ia pakai untuk membekukan Welt Yang begitu saja. Dan manipulasi misfortune-nya memungkinkan ia meledakkan serangan lawan sebelum sempat mengenai, jadi pukulan yang tadinya akan kena sekadar hancur di tengah jalan. Digabung jadi satu, melihat setiap opsi, memilih yang terbaik, dan membekukan momen selagi ia melakukannya membuat lawan nyaris tidak punya ruang untuk memaksakan apa pun yang tidak ia izinkan sejak awal.
Ada pula sisi pasif dari cara kemungkinan bekerja di sekitarnya. Ketika seseorang berjalan di sebuah Path, berbagai kemungkinan dirinya runtuh menjadi satu entitas — dan clone milik Asat sendiri digambarkan sebagai banyak kemungkinan dirinya, sedemikian rupa sehingga menyaksikan semuanya sekaligus menyebabkan keruntuhan kuantum menjadi satu sosok. Kekuatannya pada akhirnya diberi makan oleh rasa takut, yang bisa ia manfaatkan untuk membayangkan berbagai kemungkinan menjadi nyata lewat keyakinan. Cocok saja, ia menyatakan bahwa kelemahannya juga kekuatan terbesarnya: peluang acak. Ia tidak bisa menahan diri untuk menanam benih kekacauan secara acak hanya demi melihat ke mana benih itu tumbuh, yang berarti bahkan rencananya yang paling sabar sekalipun tidak pernah sepenuhnya berada dalam kendalinya.
Yhwach — The Balance dan Keberuntungan yang Dibalikkan

Probability manipulation eksplisit milik Yhwach berasal dari The Balance, Schrift yang ia tukar pada malam hari. Ia dan Jugram Haschwalth adalah dua sisi sebuah timbangan yang seimbang, jadi ketika malam tiba mereka bertukar kekuatan — Yhwach mengambil The Balance, Jugram mengambil The Almighty. The Balance memungkinkan penggunanya memanipulasi keberuntungan dan kesialan yang terjadi di dalam wilayah pengaruhnya. Secara spesifik, seluruh keberuntungan yang dialami lawan dalam menimbulkan luka pada pengguna dibalikkan kepada lawan itu sebagai kesialan dengan besaran yang sama.
Efek praktisnya adalah serangan balik yang menegasikan durability. Setiap pukulan telak yang didaratkan lawan berubah menjadi kerusakan setara yang menimpa si penyerang, yang berarti kemampuan ini bisa membunuh orang yang bahkan tidak bisa dilukai penggunanya dengan cara lain. Ia juga dipaket bersama damage transferal dan causality manipulation terbatas, dan meskipun biasanya hanya bisa dipakai Yhwach pada malam hari, setelah kematian Jugram ia berpotensi memakainya secara bebas.
Kekuatan Yhwach yang lebih terkenal, The Almighty, berada di sebelah ini, bukan hal yang sama. The Almighty memungkinkan ia melihat setiap masa depan yang mungkin — digambarkan seperti butir-butir pasir di sebuah pantai — dan kekuatan sejatinya adalah mengubah masa depan itu sendiri, mengubah dan memengaruhi hasil yang ia lihat, memotong takdir apa pun yang mungkin dibuat lawan untuk dirinya sendiri, serta menulis ulang serangan yang terhalang menjadi serangan yang berhasil. Kalau Asat memilih satu hasil menguntungkan dari rentang yang ada, The Almighty menyunting rentang itu secara langsung, dan The Balance mengubah keberhasilan lawan itu sendiri menjadi senjata.
Dua Ujung dari Kemampuan yang Sama
Disandingkan, Asat Pramad dan Yhwach menunjukkan betapa luasnya label "probability manipulation" itu sebenarnya. Asat bekerja secara probabilistik dalam arti harfiah — ia melempar dadu, mengamati setiap cabang, lalu memilih satu, ditopang time-stop dan peledakan serangan untuk melindungi pilihan itu. The Balance milik Yhwach sama sekali tidak peduli pada cabang; ia sekadar menetapkan bahwa melukainya adalah hal yang sial, dan menegakkannya dengan simetri matematis. Yang satu membaca peluang dan mempertahankan lemparan terbaik. Yang satu lagi mengatur mejanya sedemikian rupa sehingga menang melawannya adalah langkah yang membuatmu kalah.